Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Gabalil Hai Sua, Antara Kesiapan, Kebanggaan dan Tanggung Jawab Kolektif

Gabalil Hai Sua, Antara Kesiapan, Kebanggaan dan Tanggung Jawab Kolektif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
  • visibility 366

Oleh: Mohtar Umasugi

Menjelang pelaksanaan event budaya Gabalil Hai Sua pada 2 Mei 2026, saya melihat ada satu hal yang patut diapresiasi sekaligus direnungkan secara bersama. Kesiapan panitia pelaksana yang semakin matang di tengah keterbatasan, namun tetap mampu menghadirkan optimisme kolektif.

Event ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan representasi dari denyut kebudayaan orang Sula yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi, bahkan hingga ke tanah rantau. Kehadiran 30 tim peserta yang terdiri dari masyarakat Sula, baik yang berada di Kabupaten Kepulauan Sula maupun di perantauan, menjadi bukti bahwa identitas kultural tidak lekang oleh jarak geografis. Justru, diaspora Sula menemukan momentum pulang baik secara fisik maupun emosional melalui event ini.

Tidak hanya itu, kehadiran tim pemantau dari Kabupaten Halmahera Selatan dan beberapa kota lainnya menunjukkan bahwa Gabalil Hai Sua telah melampaui batas lokalitas. Ia mulai menegaskan dirinya sebagai ruang perjumpaan budaya yang memiliki daya tarik regional.

Dalam perspektif ini, event ini berpotensi menjadi cultural diplomacy berbasis lokal yang jika dikelola secara berkelanjutan, dapat menjadi ikon pariwisata budaya Maluku Utara.

Namun, di balik capaian tersebut, terdapat kerja sunyi yang tidak selalu terlihat. Panitia pelaksana telah menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari aspek teknis hingga koordinasi lintas pihak. Kesiapan ini bukan sesuatu yang lahir secara instan, melainkan hasil dari komitmen, kerja kolektif dan rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya leluhur.

Dalam konteks ini, saya melihat peran penting sosok Pak Adnan Husein atau yang akrab disapa Ko Nan. Kontribusinya dalam membantu panitia, khususnya dari sisi pendanaan, bukan sekadar bentuk dukungan material, tetapi juga refleksi dari kepedulian terhadap keberlangsungan budaya lokal. Di tengah realitas minimnya perhatian struktural terhadap kegiatan budaya, kehadiran figur seperti Ko Nan menjadi penopang utama agar idealisme panitia tidak berhenti di tengah jalan.

Secara analitis, kondisi ini sekaligus mengindikasikan bahwa pengelolaan event budaya di daerah masih sangat bergantung pada inisiatif individu dan solidaritas komunitas. Negara, dalam hal ini pemerintah daerah, diharapkan hadir lebih serius dalam memberikan dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, anggaran, maupun fasilitasi. Sebab, kegiatan seperti Gabalil Hai Sua tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi, sosial, dan bahkan politik identitas masyarakat lokal.

Lebih jauh, kesiapan panitia dan antusiasme peserta harus dimaknai sebagai modal sosial yang sangat berharga. Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, event ini dapat berkembang menjadi agenda strategis daerah yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif, membuka ruang partisipasi generasi muda, serta memperkuat kohesi sosial masyarakat Sula.

Akhirnya, Gabalil Hai Sua bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah dalam perlombaan, tetapi tentang bagaimana kita menjaga ingatan kolektif, merawat identitas, dan membangun masa depan berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Kesiapan panitia hari ini adalah cermin dari harapan besar bahwa budaya Sula akan terus hidup, tumbuh, dan menjadi kebanggaan bersama.

Besok, ketika event ini resmi digelar, kita tidak hanya menyaksikan sebuah kegiatan, tetapi juga sebuah peristiwa kultural yang sarat makna tentang pulang, tentang kebersamaan, dan tentang tanggung jawab sejarah yang tidak boleh diabaikan. (*)

 

Penulis merupakan pengajar di STAI Babbusalam Sula.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuntutan Pergantian Kades Wailoba Mandek, Masmina Sebut Ada Peran Armin Soamole

    Tuntutan Pergantian Kades Wailoba Mandek, Masmina Sebut Ada Peran Armin Soamole

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Polemik penonaktifan Kepala Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali mencuat. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Masmina Ali, menduga Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Sula, Armin Soamole, memiliki peran di balik belum ditindaklanjutinya tuntutan masyarakat untuk menonaktifkan kepala desa. Dugaan tersebut disampaikan Masmina kepada wartawan […]

  • Batal di Januari, 3.150 PJU Dipasang Lewat Skema KPBDU Akhir 2026

    Batal di Januari, 3.150 PJU Dipasang Lewat Skema KPBDU Akhir 2026

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perhubungan mulai mematangkan program “Ternate Terang” melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPBDU) untuk penyediaan penerangan jalan umum (PJU). Program ini ditargetkan menjangkau ribuan titik lampu di seluruh wilayah kota. Sebelumnya Dishub menargetkan proyek tersebut mulai dikerjakan pada awal Januari 2026 ini, namun hingga […]

  • Kapal Kayu Tenggelam Dihantam Ombak di Halmahera Selatan

    Kapal Kayu Tenggelam Dihantam Ombak di Halmahera Selatan

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Kapal kayu penyebrangan penumpang tenggelam di depan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Jumat (23/1/2026). Kapal tenggelam diduga mengalami kebocoran setelah dihantam sekira pukul 14.00 WIT. Rekaman video dari salah satu penumpang beredar melaporkan insiden tersebut. Kecelakaan laut dilaporkan terjadi Jumat (23/1/2026) siang tadi. Video amatir […]

  • Kapolri Lakukan Rotasi Besar-besaran, Ini Daftar Perwira Baru di Jajaran Polda Maluku Utara

    Kapolri Lakukan Rotasi Besar-besaran, Ini Daftar Perwira Baru di Jajaran Polda Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi besar-besaran di tubuh Korps Bhayangkara pada periode Juni 2026. Kebijakan strategis ini tertuang dalam sejumlah Surat Telegram (ST), di antaranya ST/1338/VI/KEP/2026 dan ST/1339/VI/KEP/2026 yang diterbitkan pada 25 Juni 2026. Secara nasional, terdapat 1.121 personel yang dimutasi, di mana […]

  • Oknum Jaksa Kejari Taliabu Disebut Peras Kepala Dinas, Begini Penjelasannya

    Oknum Jaksa Kejari Taliabu Disebut Peras Kepala Dinas, Begini Penjelasannya

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Hasman Sangaji
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Bobong, majangpolis.com – Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Taliabu dituding memeras sejumlah pimpinan SKPD di Kabupaten Pulau Taliabu. Informasi itu disebar di media sosial Facebook oleh akun bernama Ruslan Sangadji. Dalam unggahannya, ia meminta Kejari Pulau Taliabu mengevaluasi bawahannya inisial HT alias Herry selaku Kasi Intel. “Beliau terindikasi sering menakuti-nakuti SKPD dalam lingkungan pemerintahan Taliabu,” […]

  • AJI Ternate dan Trend Asia Soroti Kriminalisasi Warga Adat Maba Sangaji dalam Diskusi Publik

    AJI Ternate dan Trend Asia Soroti Kriminalisasi Warga Adat Maba Sangaji dalam Diskusi Publik

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Trend Asia menggelar diskusi publik bertajuk “Kriminalisasi Masyarakat Adat Menggunakan UU Minerba dalam Kasus Maba Sangaji”, Minggu (12/10/2025). yang berlangsung di Sabeba Kafe, Kelurahan Takoma, Kota Ternate ini menyoroti proses hukum yang menjerat 11 warga adat Maba Sangaji, Halmahera Timur, yang dijadwalkan menjalani sidang putusan pada […]

expand_less