Breaking News
light_mode
Beranda » Hukrim » Remaja Autis Korban Perdagangan Anak di Ternate Dijual Teman Sendiri

Remaja Autis Korban Perdagangan Anak di Ternate Dijual Teman Sendiri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Des 2025
  • visibility 458

Ternate, majangpolis.com – Kasus perdagangan orang di Kota Ternate, Maluku Utara terbongkar. Korbannya, remaja dengan keterbelakangan mental menjadi korban TPPO (tindak pidana perdangan orang). Terduga pelaku yang menjual korban adalah temannya sendiri berstatus siswi SMP di Ternate.

Mirisnya, korban dijual ke oknum anggota TNI berinsial Sertu S yang berdinas di Kodim 1501 Ternate sebagai Babinsa di salah satu kelurahan di Ternate Selatan.

“Kasusnya sudah kita laporkan ke Polres Ternate dan ke Denpom XV/1 Ternate dan sudah diterima langsung oleh Danpom,”kata M Bahtiar Husni, penasehat hukum korban kepada majangpolis.com di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH), Rabu (17/12/2025).

Bahtiar menjelaskan, di Polres Ternate pihaknya melaporkan dugaan TPPO, sementara Sertu S dilaporkan atas dugaan pemerkosaan dan TPKS ke Denpom XV/1 Ternate.

Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakri Syahrudin saat dikonfirmasi menjelaskan, telah menerima laporan kasus tersebut. “Iya laporannya sudah masuk tadi,”kata Bakri melalui pesan WhatsApp kepada majangpolis.com.

Dia bilang, kasus tersebut baru terbongkar ketika Sertu S ingin menjemput korban di sekolahnya. Karena ketakutan, korban akhirnya menceritakan kepada gurunya.

“Jadi awalnya, guru bersama kakak korban lapor ke Polres Ternate setelah mendengar cerita korban ini, karena oknum tentara ini bahkan datang jemput korban di sekolah karena korban takut jadi ceritalah ke gurunya, yang kemudian guru telepon kakak korban sama-sama lapor ke polisi, tapi polisi arahkan buat pengaduan, karena mereka tidak tahu maka mereka diarahkan menghubungi kami di YLBH untuk buat pendapingan hukum,”papar Bahtiar.

Bahtiar menceritakan, kasus TPPO ini bermula ketika korban meminta temannya berinsial A memesan gelang secara online. Begitu barang tiba, A mengaku harga gelang yang dipesan sebesar Rp3 juta dan menagih ke korban untuk segera mengganti uangnya.

“Korban heran bukan gelang mas tapi harganya bisa sampai 3 juta, A mengaku sudah membayar menggunakan uang yang dipinjam dari ibunya, jadi A ini desak harus ganti secepatnya, korban bingung ambil buang darimana,”kata Bahtiar.

A kemudian menawarkan Sertu S yang bisa membantu korban untuk melunasi utangnya. A kemudian mengatur pertemuan dengan Sertu A di lapangan futsal Kelurahan Jati pada 27 November 2025 lalu. Babinsa yang bertugas di Kelurahan Tabona itu kemudian memberikan uang 400 ribu kepada A.

“Setelahnya, korban kemudian dicabuli di situ oleh Sertu S ini dengan memegang area terlarang korban,” lanjut Bahtiar.

A kemudian mengatur pertemuan kedua di sebuah penginapan pada 29 November. Korban dijemput oleh Sertu S dan A di rumah korban. “Kemudian begitu tiba di penginapan, Sertu S masuk memesan kamar dan minta korban tunggu di luar,”tambahnya.

Beberapa hari kemudian, A kembali mengatur pertemuan antara korban dan Sertu S di sebuah penginapan di Kelurahan Jati. Di situ, Sertu S memberikan uang 200 ribu kepada korban yang kemudian diserahkan kepada A.

“Jadi semua pertemuan itu diatur oleh teman korban ini dan uangnya dia yang ambil semua dengan alasan bayar utang,”ungkap Bahtiar.

Belum sampai di situ, Sertu S juga kembali membawa korban ke sebuah penginapan pada Sabtu, 13 Desember 2025. Saat hendak melancarkan aksi bejatnya, korban berhasil melawan dan kabur dari kamar tersebut. Bukannya jera, tentara berpangkat sersan satu itu justru datang ke sekolah hendak menjemput korban.

“Di sini barulah korban cerita ke gurunya kemudian mereka lapor ke Polres Ternate dan hasil visumnya juga sudah ada,”katanya.

Bahtiar bilang, korban saat ini dalam kondisi trauma berat dan butuh pendampingan serius dari psikolog. “Kita juga sudah konsultasi dengan UPT DP3A Kota Ternate untuk memberikan pendampingan juga ke korban,”pungkasnya. (ikh)

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Ternate Laporkan Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif ke KPK

    Anggota DPRD Ternate Laporkan Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif ke KPK

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Gerindra, Nurjaya Hi Ibrahim, melalui tim kuasa hukumnya resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi perjalanan dinas fiktif sesama anggota DPRD ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Senin (4/5/2026). Laporan tersebut diajukan di Jakarta dan turut ditembuskan ke sejumlah lembaga penegak hukum, di antaranya Bareskrim Polri, Kejaksaan […]

  • Pelajar SMP Asal Halmahera Tengah Temukan Kelemahan Sistem Keamanan NASA

    Pelajar SMP Asal Halmahera Tengah Temukan Kelemahan Sistem Keamanan NASA

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Weda, majangpolis.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Maluku Utara. Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun asal Kabupaten Halmahera Tengah, M. Uriel Algiffari, menerima surat apresiasi resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan (security vulnerability) pada salah satu sistem web milik lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut. […]

  • 10 Prompt ChatGPT untuk Edit Foto dari Efek Dramatis hingga Ubah Warna

    10 Prompt ChatGPT untuk Edit Foto dari Efek Dramatis hingga Ubah Warna

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Kecerdasan buatan kini semakin mempermudah siapa saja dalam mengedit foto. ChatGPT, yang sudah terintegrasi dengan teknologi pengolah gambar, memungkinkan pengguna mengubah, memperbaiki, hingga memberi efek dramatis hanya dengan mengetikkan perintah atau prompt. Bahkan semua orang dapat mengedit foto dengan mudah melalui platform kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan GeminiAI. Bagian terbaiknya adalah, […]

  • Kades Wai Ipa, Kepulauan Sula Apresiasi Panitia Kurban Musala Al Hasan

    Kades Wai Ipa, Kepulauan Sula Apresiasi Panitia Kurban Musala Al Hasan

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Kepala Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Daut Fokaaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang terus memercayakan pengelolaan hewan kurban kepada panitia Musala Al Hasan. Ucapan tersebut disampaikan usai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M yang berlangsung lancar. Tahun ini, kegiatan kurban melibatkan sembilan kelompok […]

  • Gubernur Sherly Ganti Tujuh Kepala Dinas di Pemprov Maluku Utara

    Gubernur Sherly Ganti Tujuh Kepala Dinas di Pemprov Maluku Utara

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Hasanuddin I. Arbi
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Baca 5 detik Gubernur Sherly mengganti tujuh pejabat di Pemprov Maluku Utara. Pejabat yang diganti masih didominasi orang-orang eks Gubernur Abdul Gani Kasuba. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Sofifi, majangpolis.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Djoanda melakukan rotasi pejabat eselon II di Pemprov Maluku Utara. Pergantian ini untuk posisi kepala kepala dinas, inspktur, […]

  • Mirisnya Kewenangan Daerah

    Mirisnya Kewenangan Daerah

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Sukarno M. Adam (Direktur Buku Suba Institute) Mengapa daerah dibuat tidak berdaya, tapi “dipaksakan” untuk mandiri dan produktif?Pertanyaan tersebut muncul dengan logika sederhana yang mencoba menyelisik relasi kuasapusat daerah. Diskursus pusat dan daerah bukanlah barang baru yang mahal diperbincangkan, dan juga bukanlah barang bekas yang dianggap tidak berharga dan bermakna. Pusat dan daerah tidak perludidikotomisasi, […]

expand_less