Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Militer, Buzzer dan Lemahnya Supremasi Sipil

Militer, Buzzer dan Lemahnya Supremasi Sipil

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
  • visibility 224

Oleh: Fadli Kayoa

(Jurnalis)

Dua hari lalu, saat hujan deras saya berbincang banyak dengan sahabat saya mengenai makin lemahnya supremasi sipil di Indonesia. Kami sesekali meneguk titik nol dingin saat hujan deras menerjang Ternate.

Diskusi itu, menilik banyak masalah pelemahan supremasi sipil setelah sekitar setahun lebih kepemimpinan Prabowo Subianto. Ada keresahan bagi kami yang melihat supremasi sipil di negeri ini akan tergerus dan kembali di era yang sama 32 tahun lalu.

Keresahan ini bukan tanpa alasan. Namun belajar dari banyak pengalaman sejarah, kasuistik dan peristiwa yang terjadi sepanjang 2025 sampai Mei 2026 ini. Yah kita tahu bahwa setahun terakhir setelah resmi dilantik Prabowo yang mantan militer itu, mengambil banyak kebijakan dan menempatkan militer di berbagai ranah sipil.

Mula-mula saat ia dilantik. Ia secara resmi menunjuk Tedy sebagai Sekretaris Kabinet. Kebijakan awal yang banyak dikritik publik, lantaran ditengah semangat reformasi, militer diberikan ruang untuk menduduki jabatan sipil. Kebijakan tersebut bahkan menjadi bahan pembahasan publik.

Bukan sekedar menunjuk militer aktif menduduki jabatan sipil. Kebijakan melibatkan militer secara besar-besaran lebih getol dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), lalu terlibat membuka lumbung pangan, menjadi pimpinan unit usaha Bulog, Mengawasi proyek strategis nasional (PSN), satgas penertiban kawasan hutan (PKH). Tentu masih banyak lagi kebijakan yang terang-terangan mengembalikan dwifungsi militer.

Belakangan justru lebih getol militer terlibat mengontrol rakyat sipil. Terutama berkaitan dengan peristiwa sepanjang awal tahun 2026 ini. Salah satunya kasus penyiraman air keras aktivis kontras Andri Yunus, yang kini telah masuk persidangan di Pengadilan Militer. Kasus Andri menunjukkan kembali terulangnya praktik orde baru (Orba) 32 tahun lalu. Saat rakyat sipil kritis terhadap kebijakan di teror, diculik dan bahkan hilangkan nyawa karena bersuara.

Lalu, kasus lainya adalah serangkaian teror kepala babi, kepala tikus di kantor Tempo 2025 lalu. Terror ini terjadi saat mereka banyak mengkritik kebijakan kekuasaan selama era Prabowo yang militeristik itu.

Belakang keterlibatan militer (Tentara) semakin nyata. Jika sebelumnya rakyat, mahasiswa dan kelompok lainya hanya mengetahui keterlibatan militer secara penuh membatasi kebebasan melalui lembaran sejarah Orde Baru. Sekarang kenyataan dan ketakutan kembali ke jaman yang sama berada di depan mata.

Lihat saja kasus pembubaran nonton bareng (Nobar) Pesta Babi di Indonesia sejak film garapan Dandhy Laksono itu perdana diluncurkan. Serangkaian kasus itu terjadi di hampir sebagian besar Nobar yang dilangsungkan di ruang publik maupun kampus.

Ternate semisalnya dua kali pelaksanaan nobar dihentikan, dengan dalil dan propaganda yang sebenarnya sama dengan 32 tahun silam. Perbedaannya hanya terletak pada waktu, namun prakteknya sama dengan kasus era Soeharto, saat diskusi, berkumpul dan berserikat dianggap jadi ancaman bagi negara.

Pada akhirnya, militer yang seharusnya kembali ke barak, dan mengurusi urusan pertanahan, ketimbang mengurusi urusan rakyat sipil, menjadi hantu yang menakutkan bagi masa depan kebebasan rakyat maupun demokrasi Indonesia.

Ironisnya belakangan ada upaya Menteri Pertahanan (Menhan) memperkuat posisi militer di ranah sipil, dengan membangun 750 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan untuk mengawal 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pertanyaannya apa gunannya pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan untuk mengawal 514 Kabupaten/Kota ini?. Jawabannya memperkuat dwifungsi militer yang sebenarnya sejak reformasi telah dirubah.

Dengan demikian telah jelas, rezim ini memasuki babak Otoriterisme. Saat militer ditempatkan secara besar-besaran di ranah sipil, secara tidak langsung akan mengontrol kebebasan rakyat sipil. Padahal sebagai negara demokrasi, militer mestinya tunduk dibawah supremasi sipil. Artinya mereka tidak boleh mencampuri urusan rakyat sipil, melainkan fokus membenahi dan menjaga pertahanan negara.

Diskusi panjang saya, dan sahabat ini lalu membahas hingga penggiringan isu antek asing oleh sejumlah Buzzer di media sosial. Karena akhir-akhir ini fenomena kampanye buzzer mengcounter isu kebijakan busuk Pemerintah otoriter kian gesit. Mereka dibayar untuk menciptakan narasi tandingan atas kritik keras kebijakan Presiden, situasi nasional dan demokrasi yang kian buruk.

Fenomena menggiring kritik publik terhadap kebijakan kekuasaan, seolah kritik tersebut dibiayai asing, bukan kali pertama terjadi di Indonesia, melainkan hal klasik. Sebab sejak jaman orde baru kasus demikian telah terjadi, namun berbeda kondisinya.

Diera digital yang serba cepat propaganda antek asing lebih cepat, dan menjadi ruang bagi kekuasaan membenarkan kebijakan mereka, menangkal segala kritik. Namun kondisi demikian memperlihatkan ada ketakutan dan upaya negara menutupi banyak kebijakan yang buruk, terutama dalam aspek pengelolaan sumber daya, keamanan dan pemberian ruang bagi militerisme di ranah sipil maupun lainya.

Lalu apa ancaman besar dari kehadiran narasi tandingan kekuasaan yang diciptakan ini?. Tujuannya tentu mengarah pada otoritarianisme negara. (*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolsek Patani Safari Jumat di Desa Loman

    Kapolsek Patani Safari Jumat di Desa Loman

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Weda, majangpolis.com – Kapolsek Patani, IPDA Mustakim Puasa, menggelar safari jumat di Masjid Al Muttaqin, Desa Loman, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang berlangsung usai pelaksanaan Salat Jumat tersebut merupakan bagian dari program Cooling System Polri untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat di wilayah hukum Polsek Patani. Dalam kegiatan itu, IPDA […]

  • Alien Mus: Semua Kader Punya Hak Maju di Musda Golkar Malut

    Alien Mus: Semua Kader Punya Hak Maju di Musda Golkar Malut

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Ternate,Majangpolis – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Utara (Malut), Alien Mus, menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD Golkar Malut. “Insyaallah saya siap, tapi saya masih melihat situasi,” ujar Alien, Selasa malam (24/9/2025). Alien, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menuturkan banyak kader partai yang […]

  • Mahasiswa KKN Unkhair Edukasi Siswa SMPN 11 Kota Ternate soal Kekerasan Seksual

    Mahasiswa KKN Unkhair Edukasi Siswa SMPN 11 Kota Ternate soal Kekerasan Seksual

    • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Khairun (Unkhair) di Kelurahan Afe-Taduma, Kota Ternate, menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan seksual bagi siswa SMP Negeri 11 Kota Ternate, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar tentang pentingnya melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan seksual sejak usia dini. Koordinator lapangan (Korlap) KKN Unkhair […]

  • Indonesia Siap Hadapi Lebanon di FIFA Matchday

    Indonesia Siap Hadapi Lebanon di FIFA Matchday

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Jakarta,Majangpolis – Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi lawan yang memiliki kekuatan setara, yaitu Timnas Lebanon, dalam laga uji coba FIFA Matchday. Pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025). Laga ini menjadi partai kedua bagi Indonesia pada jeda internasional September. Sebelumnya, Skuad Garuda sukses pesta gol usai mengalahkan Taiwan dengan skor telak 6-0 […]

  • BP2RD Kota Ternate Optimis Realisasi PAD Capai Target, Retribusi Parkir Masih “Jongkok” 

    BP2RD Kota Ternate Optimis Realisasi PAD Capai Target, Retribusi Parkir Masih “Jongkok” 

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate terus menggejot realisasi target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2025 yang tersisa tiga bulan. Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Jufri Ali setelah dikonfirmasi majangpolis.com menjelaskan, hasil pendapatan daerah per Agustus terkumpul Rp 92,30 miliar (Rp 92.030.283.779,88) dari target […]

  • Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 1 Pulau Taliabu Berlangsung Haru

    Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 1 Pulau Taliabu Berlangsung Haru

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Hasman Sangaji
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Bobong, majangpolis.com – Momen pelepasan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pulau Taliabu berlangsung haru, Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang digelar di halaman sekolah itu menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan tingkat menengah bagi para siswa. Acara pelepasan ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa dan dewan guru, menciptakan suasana emosional yang tak terlupakan. Meski sarat haru, […]

expand_less