Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Susu Kental Manis Bukan Pengganti ASI, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Gizi Anak

Susu Kental Manis Bukan Pengganti ASI, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Gizi Anak

  • account_circle Ikram Salim
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
  • visibility 57

Ternate, majangpolis.com – Penggunaan susu kental manis sebagai pengganti susu maupun sumber asupan gizi bagi anak masih menjadi perhatian. Dokter mengingatkan masyarakat tidak keliru memahami susu kental manis sebagai susu yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan edukasi gizi yang oleh Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) terkait percepatan penurunan stunting di Maluku Utara di Jati Hotel, Kota Ternate, Rabu (19/8/2026).

Masalah pola konsumsi anak, pemberian makanan bergizi seimbang, serta bahaya kesalahan persepsi terhadap susu kental manis menjadi salah satu isu serius dalam kegiatan yang mempertemukan seluruh kader Muslimat NU Malut itu.

Talkshow tersebut menghadirkan narasumber yakni, Sekretaris Jenderal Yayasan Insan Cendekia Indonesia, Satria Yudistira, Wakil Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Sekretaris Jenderal Yayasan Insan Cendekia Indonesia, Satria Yudistira,, dan Kepala Seksi

Kesehatan Masyarakat dan Gizi Dinas Kesehatan Malut, Dr. Aspar Abdul Ganis, SKM.
Sekretaris Jenderal Yayasan Insan Cendekia Indonesia, Satria Yudistira, menjelaskan susu kental manis memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga tidak tepat diberikan kepada bayi maupun dijadikan pengganti ASI.

“Kesalahan konsumsi susu kental manis sebagai pengganti susu atau dikonsumsi secara rutin dapat berkontribusi terhadap tidak optimalnya pemenuhan gizi anak,” jelas Satria.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pola konsumsi, tetapi juga menyangkut rendahnya literasi gizi keluarga. Dia mengaku masih ditemukan anggapan di masyarakat bahwa susu kental manis merupakan susu bergizi yang dapat diberikan kepada anak.

Padahal, kata Satria, susu kental manis lebih tepat digunakan sebagai bahan tambahan atau pemanis dalam makanan dan minuman, bukan sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Ia menilai, salah persepsi tersebut turut dipengaruhi oleh iklan, harga yang relatif murah, mudah diperoleh, serta kebiasaan yang berkembang di lingkungan keluarga.

Sekretaris Jenderal Yayasan Insan Cendekia Indonesia, Satria Yudistira saat mempresentasi materi.

“Orang tua mungkin tidak berani memberikan minuman berwarna kepada anak karena mengetahui kandungan gulanya. Tetapi susu kental manis yang berwarna putih masih sering dianggap sebagai susu. Padahal kandungan gulanya tinggi,” ujarnya.
ASI Eksklusif hingga Enam Bulan

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat dan Gizi Dinas Kesehatan Malut, Dr. Aspar Abdul Ganis, SKM, juga mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi sejak lahir hingga usia enam bulan, kecuali terdapat kondisi medis tertentu yang membuat pemberian ASI tidak memungkinkan.

Setelah usia enam bulan, bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan memperhatikan tekstur, jumlah, kualitas, serta keberagaman makanan. Pemberian ASI juga tetap dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun.

“ASI merupakan makanan biologis yang paling sesuai bagi bayi dan mengandung berbagai zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serta perlindungan tubuh,” jelas Aspar.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan periode seribu hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Menurutnya, periode tersebut merupakan masa kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak dan kemampuan kognitif.

“Kalau periode 1.000 hari pertama kehidupan ini terlewatkan, risikonya dapat berdampak pada masalah gizi, baik gizi kurang, gizi buruk maupun stunting,” katanya.

Maluku Utara Masih Hadapi Persoalan Stunting

Aspar juga menyinggung kondisi stunting di Maluku Utara. Berdasarkan data SGSI pada 2024, prevalensi stunting Maluku Utara berada di angka 23,2 persen, turun dari sekitar 23,7 persen pada 2023.

Angka tersebut, menurutnya, masih berada di atas angka nasional yang disebut berada di kisaran 19,8 persen.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui peningkatan literasi gizi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki bayi dan balita.
“Stunting harus dicegah sejak awal. Karena itu, pemenuhan gizi pada masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Anak Perlu Makanan Beragam dan Seimbang

Selain persoalan susu kental manis, Aspar juga menyoroti pola makan anak yang masih kurang beragam. Dalam sejumlah pengamatan di lapangan, masih ditemukan balita yang jarang mengonsumsi sumber protein seperti ikan, telur maupun daging.
Bahkan, terdapat anak yang menolak makanan tertentu sehingga orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan gizinya.

Karena itu, orang tua diminta tidak hanya memperhatikan jumlah makanan, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan beragam dan seimbang.

“Tidak ada satu jenis makanan yang memiliki semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, makanan harus beragam, ada sumber karbohidrat, protein, sayur dan buah,” jelas Aspar.

Ia juga mengingatkan orang tua agar membatasi makanan dan minuman tinggi gula yang dikonsumsi anak, termasuk jajanan, kue, minuman manis dan susu dengan kandungan gula tinggi.
Konsumsi gula berlebihan, selain berpotensi mengganggu pola makan anak, juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan gigi.

Edukasi Dinilai Jadi Kunci
Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjut Aspar, pihaknya mendorong penguatan edukasi gizi melalui tenaga kesehatan, keluarga dan komunitas masyarakat.
Menurutnya, edukasi tidak cukup hanya dilakukan dalam kegiatan formal, tetapi harus diteruskan oleh orang tua kepada keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar.

“Kita perlu meluruskan persepsi dan meningkatkan literasi gizi keluarga. Setelah mendapatkan informasi, harapannya masyarakat bisa menerapkan praktik pemberian makanan bergizi seimbang di rumah,” tandasnya.

Ia berharap kegiatan edukasi tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi pangan dan iklan produk, sekaligus lebih memahami kebutuhan gizi bayi dan balita. (ikh)

  • Penulis: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersama MARKAS, Kades Balbar Suarakan DOB Sofifi: Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

    Bersama MARKAS, Kades Balbar Suarakan DOB Sofifi: Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Sofifi, majangpolis.com – Kepala Desa (Kades) Balbar, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Amir Abdullah, S.PdI yang juga tergabung dengan Majelis Rakyat Kota Sofifi (MARKAS), menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Sofifi. Menurutnya, langkah ini merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama menginginkan percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di Maluku Utara, khususnya […]

  • Seorang Ibu di Taliabu Meninggal Dunia Setelah Ditelan Ular Piton

    Seorang Ibu di Taliabu Meninggal Dunia Setelah Ditelan Ular Piton

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Bobong, majangpolis.com – Seorang warga Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia setelah diterkam seekor ular piton berukuran besar saat berada di kebun miliknya. Korban diketahui bernama Elisabet Yamalau (44), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Ratahaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat kepolisian, peristiwa tragis tersebut terjadi […]

  • KN SAR Pandudewanata Antar Bantuan Pemprov Malut dan Pemkot ke Batang Dua

    KN SAR Pandudewanata Antar Bantuan Pemprov Malut dan Pemkot ke Batang Dua

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Pemerintah bersama Basarnas dan sejumlah instansi terkait mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa bumi di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandudewanata, Minggu (5/4/2026). Pengiriman bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Pemerintah Kota Ternate, yang difasilitasi oleh […]

  • Dinas Pertanian Sula Gerak Cepat Respons Program Pemerintah Pusat

    Dinas Pertanian Sula Gerak Cepat Respons Program Pemerintah Pusat

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Mendukung program pemerintah pusat dengan hilirisasi pertanian sebagai proses mengolah bahan mentah hasil pertanian menjadi produk olahan bernilai tambah, tidak sekadar menjual hasil panen mentah. Tujuan tersebut untuk meningkatkan nilai ekonomi, memperpanjang masa simpan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong industrialisasi pertanian. Contohnya, sawit menjadi minyak goreng atau biofuel dan singkong menjadi mocaf. […]

  • Kerja Sama Harita dan Pemda Perluas Akses Air Bersih di Daerah 3T

    Kerja Sama Harita dan Pemda Perluas Akses Air Bersih di Daerah 3T

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kawasi, majangpolis.com – Akses terhadap air bersih menjadi kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan penyediaan air bersih dan sanitasi sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, terutama untuk menjangkau masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Dalam berbagai agenda pembangunan, pemerintah […]

  • Trans Kieraha Solusi Kesejahteraan Kepulauan, Saatnya Maluku Utara Merumuskan Ulang Strategi Pembangunan Gugus Pulau

    Trans Kieraha Solusi Kesejahteraan Kepulauan, Saatnya Maluku Utara Merumuskan Ulang Strategi Pembangunan Gugus Pulau

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh: Adnan Machmud (Sekretaris ISNU Maluku Utara Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam tiga tahun terakhir melesat dengan kecepatan dua digit, sebuah capaian yang membuat provinsi ini kerap menjadi perbincangan nasional. Namun, di balik grafik PDRB yang menanjak, terdapat sebuah paradoks yang semakin terasa oleh Masyarakat, pertumbuhan tinggi tidak otomatis berubah menjadi kesejahteraan yang merata. Inilah […]

expand_less