Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Tuntutan Pergantian Kades Wailoba Mandek, Masmina Sebut Ada Peran Armin Soamole

Tuntutan Pergantian Kades Wailoba Mandek, Masmina Sebut Ada Peran Armin Soamole

  • account_circle Sahbudin Yunus
  • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
  • visibility 393

Sanana, majangpolis.com – Polemik penonaktifan Kepala Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali mencuat.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Masmina Ali, menduga Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Sula, Armin Soamole, memiliki peran di balik belum ditindaklanjutinya tuntutan masyarakat untuk menonaktifkan kepala desa.

Dugaan tersebut disampaikan Masmina kepada wartawan usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) yang membahas persoalan Desa Wailoba, Selasa (4/8/2026).

Masmina mengaku telah menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Bupati Kepulauan Sula terkait tuntutan pergantian Kepala Desa Wailoba. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut Bupati mengaitkan persoalan itu dengan politik.

“Saya menyampaikan permintaan masyarakat Wailoba agar kepala desa diganti. Namun Ibu Bupati mengatakan, ‘Ini masalah politik. Kalau mau ganti Kepala Desa Wailoba, bicara sama Riki (Armin Soamole), Ketua PKB Sula.’ Saya menjawab bahwa urusan politik pilkada sudah selesai, sekarang mari melihat kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Masmina juga menilai sikap Armin Soamole telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Wailoba.

“Yang saya tahu Armin itu anak Desa Wailoba, Ketua PKB, kemudian bendahara desa adalah keponakannya. Satu kata buat Armin, jangan membuat susah masyarakat,” ujarnya.

Dalam RDP tersebut, Komisi I DPRD mengundang Kepala Desa Wailoba, bendahara desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Rapat juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula.

Namun, menurut Masmina, kepala desa, bendahara desa, dan BPD tidak menghadiri rapat tanpa memberikan alasan.

“Surat sudah kami kirim untuk RDP kepada kepala desa, bendahara, dan BPD, tetapi mereka tidak datang. Kami juga tidak tahu apa alasan ketidakhadiran mereka,” katanya.

Ia menjelaskan, tuntutan masyarakat agar kepala desa dinonaktifkan didasari dugaan penggunaan dana desa yang tidak transparan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinilai tidak tepat sasaran, serta dugaan penyalahgunaan dana desa.

Selain itu, kata Masmina, masyarakat juga mengeluhkan kepala desa yang disebut jarang berada di Desa Wailoba.

“Informasi yang saya dapat, ada yang mengatakan kepala desa sudah bekerja di perusahaan. Selama ini kepala desa tidak pernah hadir di Desa Wailoba,” ujarnya.

Masmina menambahkan, beberapa bulan lalu dirinya bersama anggota Komisi I DPRD, Kepala Dinas PMD Rahmat Silia, dan Kabag Pemerintahan Suwandi Gani turun langsung ke Desa Wailoba untuk memediasi konflik yang menyebabkan kantor desa dan kantor BPD dipalang warga.

Menurutnya, pemalangan kantor desa telah terjadi berulang kali sejak beberapa tahun terakhir. Saat itu masyarakat bersedia membuka pemalangan dengan syarat kepala desa, bendahara desa, dan sekretaris desa diganti.

“Musyawarah desa akhirnya dilaksanakan setelah ada penyampaian bahwa akan dilakukan pergantian kepala desa, bendahara, dan sekdes. Tetapi sampai hari ini belum juga ada realisasinya,” kata Masmina.

Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa berkas penonaktifan kepala desa telah selesai disiapkan dan tinggal disampaikan kepada Bupati. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai tindak lanjutnya.

Sebagai warga Desa Wailoba, Masmina berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula segera mengambil langkah penyelesaian agar pelayanan pemerintahan desa kembali berjalan normal.

“Bupati adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula, bukan hanya kelompok tertentu. Saya berharap persoalan di Desa Wailoba segera diselesaikan demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Riki Soamole saat dikonfirmasi belum merespons. Upaya konfirmasi dilakukan dengan mendatangi kantor PKB Kepsul, namun Armin disebut berada di luar daerah, wartawan juga telah menghubungi melalui panggilan telepon namun nomornya tidak bisa dihubungi, pesan yang dikirim juga tidak berbalas. (bud)

  • Penulis: Sahbudin Yunus
  • Editor: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erupsi Gunung Dukono, Puluhan Pendaki Terjebak, 2 WNA Dilaporkan Meninggal

    Erupsi Gunung Dukono, Puluhan Pendaki Terjebak, 2 WNA Dilaporkan Meninggal

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Tobelo, majangpolis.com – Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap puluhan pendaki yang dilaporkan tersesat dan terdampak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). Informasi awal diterima Basarnas melalui Basarnas Command Center (BBC) setelah adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E. Laporan tersebut […]

  • Bupati Fifian Mus Hadiri Pemotongan Hewan Kurban Sumbangan Pemerintah

    Bupati Fifian Mus Hadiri Pemotongan Hewan Kurban Sumbangan Pemerintah

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Usai melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Agung Al-Istiqomah Sanana, Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus, menghadiri pemotongan hewan kurban di sejumlah titik di Kota Sanana, Rabu (27/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, bupati didampingi suaminya Kamarudin Mahdi, Wakil Bupati Hi. Saleh Marasabessy bersama istri Hayati Marasabessy, serta rombongan. Pantauan pertama dilakukan di […]

  • KKST Kepulauan Sula Berkurban 12 Ekor Sapi

    KKST Kepulauan Sula Berkurban 12 Ekor Sapi

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, secara aktif berpartisipasi merayakan Hari Raya Idul Adha dengan menyalurkan hewan kurban untuk masyarakat. KKST secara konsisten berkontribusi melalui penyediaan hewan kurban untuk di distribusikan kepada warga. Kegiatan Kurban KKST di Kepulauan Sula pada momentum Idul Adha tahun sebelumnya, KKST […]

  • Dua Kloter Siap Terbang, Jemaah Haji Ternate Mulai Masuk Asrama Akhir April

    Dua Kloter Siap Terbang, Jemaah Haji Ternate Mulai Masuk Asrama Akhir April

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Jadwal keberangkatan jemaah haji asal Kota Ternate resmi ditetapkan. Tahun ini, 586 jemaah asal Ternate akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 13 dan kloter 15. Untuk kloter 13, jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 28 April 2026. Sehari kemudian, mereka diberangkatkan ke Makassar, sebelum akhirnya terbang menuju Madinah […]

  • Soal Temuan PPATK Terkait Aliran Dana Isda, Begini Pengakuan Aliong Mus

    Soal Temuan PPATK Terkait Aliran Dana Isda, Begini Pengakuan Aliong Mus

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Eks Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Aliong Mus menjalani pemeriksaan 8 jam dalam kasus korupsi pembangunan istana daerah (Isda) Taliabu pada 2023 . Bupati dua periode itu hanya memberikan keterangan singkat kepada awak media. Saat ditanya terkait indikasi aliran dana proyek yang diduga mengalir ke dirinya berdasarkan data PPATK, Aliong mengaku belum mengetahui […]

  • Srikandi Kie Raha dan LBH Marimoi Dorong Perda Kota Ramah HAM

    Srikandi Kie Raha dan LBH Marimoi Dorong Perda Kota Ramah HAM

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fadli Kayoa
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Srikandi Kie Raha bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marimoi mendorong Pemerintah Kota Ternate membuat peraturan daerah (perda) tentang kota ramah Hak Asasi Manusia (HAM). Upaya menjadikan Ternate kota inklusi dan ramah HAM ini dibahas dalam workshop bertema “Mari Torang Wujudkan Ternate sebagai Kota yang Inklusi dan Ramah Hak Asasi Manusia (HAM)” yang […]

expand_less