Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Dua Periode FAM-SAH, Pembangunan Kepulauan Sula Dinilai Jalan di Tempat

Dua Periode FAM-SAH, Pembangunan Kepulauan Sula Dinilai Jalan di Tempat

  • account_circle Sahbudin Yunus
  • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
  • visibility 217

Sanana, majangpolis.com – Pembangunan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) selama hampir dua dekade dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan bagi masyarakat di Pulau Sanana dan Mangoli.

Persoalan ini disebut bukan semata-mata disebabkan keterbatasan anggaran, tetapi juga berkaitan dengan lemahnya perencanaan dan terputusnya mata rantai pembangunan dari perencanaan hingga dampak yang dirasakan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Dr. Mohtar Umasugi, yang menyoroti arah pembangunan Kepulauan Sula, termasuk pada dua periode pemerintahan Bupati Fifian Adeningsi Mus dan M Saleh Marasabessy (FAM-SAH).

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dibuktikan melalui dokumen perencanaan, laporan pelaksanaan program, maupun tingkat penyerapan anggaran.

“Pembangunan tidak boleh berhenti pada dokumen dan laporan. Ukuran yang paling penting adalah apakah masyarakat benar-benar menikmati hasil pembangunan tersebut,” ujar Mohtar kepada media ini, Jum’at (28/8/2026).

Ia menambahkan, mata rantai pembangunan dinilai terputus serta pembangunan daerah idealnya berjalan dalam satu siklus yang utuh, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, output, outcome, impact, evaluasi, kemudian kembali menjadi dasar bagi perencanaan berikutnya.

Namun menurut dia, mata rantai tersebut belum berjalan secara konsisten di Kepulauan Sula. Pemerintah dapat menunjukkan berbagai output berupa pembangunan infrastruktur, pelaksanaan program, penyaluran bantuan dan kegiatan pemerintahan lainnya.

Persoalan utamanya adalah apakah seluruh output tersebut benar-benar menghasilkan outcome dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan hanya bertanya apa yang sudah dibangun. Kita harus bertanya apa yang berubah setelah pembangunan itu dilakukan,”cetusnya.

Menurutnya, indikator pembangunan seharusnya tidak berhenti pada jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi harus mampu menjawab perubahan konkret seperti penurunan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi lokal dan perbaikan kualitas pelayanan publik.

Roadmap harus menjadi kompas pembangunan selain persoalan mata rantai pembangunan, Mohtar menyoroti keberadaan roadmap pembangunan daerah yang dinilainya belum sepenuhnya menjadi kompas pembangunan jangka panjang.

Dirinya menyebutkan roadmap harus mampu menghubungkan dokumen perencanaan mulai dari RPJPD, RPJMD, RKPD, KUA-PPAS, APBD, pelaksanaan program hingga pengukuran outcome dan impact.

“Bupati boleh berganti, tetapi arah pembangunan daerah tidak boleh kembali ke titik nol,” tegasnya.

Dorong Konsensus Politik Pembangunan 2045

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Mohtar mendorong adanya konsensus politik dan sosial mengenai arah pembangunan jangka panjang Kepulauan Sula.

Kata dia, pembangunan daerah tidak boleh sepenuhnya bergantung pada visi satu pemerintahan atau satu periode politik. Diperlukan kesepakatan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, media dan masyarakat sipil.

“Setelah pilkada selesai, politik harus bergeser dari kompetisi kekuasaan menjadi politik pembangunan,” ujarnya.

Mohtar mengusulkan piagam konsensus politik dan sosial pembangunan Kepulauan Sula 2045 sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan pembangunan lintas pemerintahan.

Dalam gagasan tersebut, terdapat lima sektor strategis yang dinilai dapat menjadi fondasi pembangunan daerah, yakni perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan, pariwisata, pendidikan, serta pelabuhan transit.

Kelima sektor tersebut, menurutnya tidak boleh dikembangkan secara terpisah sebagai program sektoral, tetapi harus dibangun sebagai satu ekosistem ekonomi daerah yang saling terhubung.

“Yang harus dilihat adalah apakah kemiskinan berkurang, pengangguran menurun, pendapatan masyarakat meningkat, ekonomi lokal tumbuh, pelayanan publik membaik dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” jelasnya.

Mohtar menegaskan, tantangan utama pembangunan Kepulauan Sula ke depan adalah memastikan agar setiap pergantian pemerintahan tidak membuat daerah kembali memulai pembangunan dari titik nol.

Akan tetapi pergantian kepala daerah harus dimaknai sebagai pergantian pengelola pemerintahan, bukan pergantian arah pembangunan.

“Pembangunan membutuhkan kesinambungan. Hasil besar tidak lahir dari satu proyek atau satu tahun anggaran, tetapi dari akumulasi kebijakan yang konsisten dalam jangka panjang,” terangnya.

Ia berharap kritik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk memperbaiki arah pembangunan Kepulauan Sula.

“Setelah hampir dua dekade, Kepulauan Sula tidak boleh terus berjalan di tempat. Pembangunan harus bergerak dari dokumen menuju perubahan, dari proyek menuju hasil, dan dari pergantian kekuasaan menuju kesinambungan pembangunan,” pungkas Mohtar.(bud)

  • Penulis: Sahbudin Yunus
  • Editor: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wartawan Visioner Menuju Kursi KNPI Kota Ternate

    Wartawan Visioner Menuju Kursi KNPI Kota Ternate

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Fitrah A. Kadir
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Pemuda visioner bukan sekadar menjadi simbol perubahan, melainkan motor penggerak yang mampu menerjemahkan gagasan besar menjadi solusi nyata di tengah masyarakat. Untuk itu, pemuda harus mampu membaca tantangan zaman, guna melahirkan solusi yang konkrit, terutama di Kota Ternate melalui berbagai macam wadah. Salah satunya adalah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ternate. Lewat tulisan ini, […]

  • Longboat Terbalik Dihantam Gelombang di Halmahera Utara, 1 Orang Hilang

    Longboat Terbalik Dihantam Gelombang di Halmahera Utara, 1 Orang Hilang

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Ikram
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Tobelo, majangpolis.com – Sebuah longboat yang mengangkut delapan orang penumpang dilaporkan terbalik akibat dihantam gelombang di perairan depan Selat Lebeno, Desa Salube, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIT. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kantor SAR Ternate, rombongan berangkat dari Desa Salube menuju kebun di […]

  • Kukuhkan Paskibraka, Bupati Kepulauan Sula Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab

    Kukuhkan Paskibraka, Bupati Kepulauan Sula Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Pakibraka) pada, Sabtu (15/8/2026) malam. Acara pengukuhan itu berlangsung di istana daerah Dad Hia Ted Sua. Prosesi pengukuhan ditandai dengan pengucapan ikrar, penyematan lencana, dan pemasangan kendit secara simbolis oleh Bupati Fifian Adeningsi Mus kepada perwakilan anggota Paskibraka. Para anggota […]

  • Alien Mus: Semua Kader Punya Hak Maju di Musda Golkar Malut

    Alien Mus: Semua Kader Punya Hak Maju di Musda Golkar Malut

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    Ternate,Majangpolis – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Utara (Malut), Alien Mus, menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD Golkar Malut. “Insyaallah saya siap, tapi saya masih melihat situasi,” ujar Alien, Selasa malam (24/9/2025). Alien, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menuturkan banyak kader partai yang […]

  • Kabel Telkom di 3 Titik Dipotong, Jaringan Internet Area Patani dan Patani Utara Lemot

    Kabel Telkom di 3 Titik Dipotong, Jaringan Internet Area Patani dan Patani Utara Lemot

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Weda, majangpolis.com – Layanan jaringan telekomunikasi Telkomsel terjadi di area Kecamatan Patani dan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, sejak Selasa (2/9/2026). Penyebabnya, ada orang yang sengaja memotong kabel utama jaringan di tiga titik. Hal ini diungkap oleh Polsek Patani bersama pihak Telkomsel, ditemukan kerusakan pada kabel jaringan di tiga lokasi. Titik pertama berada […]

  • Lansia Hilang Dua Pekan di Halmahera Selatan Ditemukan Meninggal Dunia

    Lansia Hilang Dua Pekan di Halmahera Selatan Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Labuha, majangpolis.com – Seorang lansia bernama Halimah (70), warga Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang selama hampir dua pekan. Korban ditemukan di kebun warga pada, Kamis (5/3/2026). Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate melalui Unit Siaga SAR Halmahera Selatan menerima laporan dari Kepala Desa Gandasuli terkait penemuan sesosok […]

expand_less